RSS

Reina de Sunshine

 Reina de sunshine,
Banyak yang menanyakan kenapa aku memilih nama ini.
Sebagai nama penakah ? atau nama samaran kah istilahnya ?
Sebenarnya alasannya sangat sederhana.
Aku suka maknanya dan lebih lanjut aku suka mengucapkannya,
Sederhana sekali bukan ? hihihi.

Reina de sunshine,
Aku mengambilnya dari beberapa bahasa asing.
Tentu, aku menggunakan alat penerjemah.
Aku hanya bisa bahasa Inggris dan sedikit Jepang dalam hal bahasa asing.
Well, itu aku ambil dari bahasa Spanyol dan Inggris.

Kenapa Spanyol ?
Aku juga tidak tahu, mungkin karna aku suka Barcelona. Hahaha
Itu salah satunya, aku suka sekali melihat peradabannya,
Suka dengan arsitekturnya, alamnya, dan bahkan wajah-wajah penduduknya.
Bagiku orang Spanyol itu gagah dan cantik sekali dengan mata besarnya.
Mungkin karna mataku minimalis, tapi itu tetap cantik kata mamaku.
Tidak ada ciptaan Tuhan yang tidak cantik.

Reina de sunshine,
Kata “reina” aku ambil dari bahasa Spanyol.
Maknanya ratu, kenapa ratu menjadi kata pilihan ?
Bukan karna aku ingin diperlakukan dengan sebuah sembah.
Karna sesungguhnya menjadi ratu itu pekerjaan yang tidak mudah.
Aku suka sekali memperhatikan banyak ratu di dunia.
Kerendahan hati, rupawan, dermawan, dan segala image positif yang mereka jaga.
Aku yakin mereka menghabiskan seluruh hidupnya belajar banyak hal.
Termasuk hal remeh-temeh seperti duduk, makan, berjalan, berpakaian, bicara, bahkan mengekspresikan diri.
Intinya aku kagum bagaimana para ratu itu mampu mengontrol diri di hadapan orang banyak.
Berusaha memperlihatkan bahwa semuanya baik-baik saja.
Dan membiarkan semua yang berjalan tidak baik di belakang.
Ia akan mengurus itu nanti, saat sendiri dan sepi.

Reina de sunshine,
Imbuhan “de” hanya sebuah kata tanpa makna yang jelas bagiku.
Tapi aku suka saja menambahkan kata itu.
Seperti banyak tulisan bahasa Spanyol lainnya.
Aku mengabaikan tata bahasanya.

Lalu kata “sunshine”,,
Kalian tahu kata ini bahasa Inggris.
Maknanya juga pasti tahu, Sinar matahari.
Lalu kenapa aku memilih sinar matahari ?
Aku ini pecinta hujaaan, cinta pertamaku adalah hujan.
Aku masih mencintai hujan seperti aku mencintainya pertama kali.
Tapi sekarang aku menyukai matahari.
Sinar matahari itu hangat dan menghangatkan

(Walaupun aku selalu kesal setiap teriknya membuat kulitku jadi gelap -__-")

Reina de sunshine,
Aku menambahkan tagline dibalik nama ini
"enjoy every sunset, look forward for every sunrise" 
Agar ketika siang mereka menunggu mengantarku pulang
Dan ketika malam menjelang mereka mengharapku untuk datang


Setelah aku memaksakan gabungan kata bahasa Spanyol-Inggrisku ini.
Aku merasa menemukan diriku, dan apa yang aku cari, serta apa yang aku tuju.
Reina de sunshine, “Ratu sinar matahari”.
Indah sekali bukan artinya ? setidaknya bagiku.
Aku memaknai “Reina de sunshine” sebagai harapan.
Harapan agar kehadiranku, entah suka atau duka.
Entah diharapkan atau dilupakan.
Aku ingin menghangatkan hati mereka yang berada di sekitarku.
Seperti mereka yang selalu membuat hari-hariku hangat.
Dan saat aku pergi mereka selalu mengingat sinarku.
Dan lantas mereka akan merinduku.
Karena hanya untuk sebuah hati yang sedang rindu,
aku akan datang secepat yang aku bisa,
Memeluk hati mereka yang sedang merindu, lalu menghangatkannya.
Jadi kapanpun kau rindu aku, katakan.
Aku tidak akan tahu kalo hanya diam.
Okay ?
I hope so..

Reinadesunshine,
Sarilamak, Dec 8 2014
08.46 PM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebuah Nama dalam Do’a,,



Aku sudah melewati banyak jalan
Jalan datar, berliku, menanjak, menurun, berlumpur, berlubang, dan berduri
Aku menikmati banyak perjalanan
Entah jalan itu menyuguhkan kebahagiaan
Atau malah menoreh luka
Aku tetap menguatkan langkah untuk bertahan
Bohong sekali rasanya kalau aku tidak pernah merasa lelah !
Sering kali malah, merasa jengah ! bosan ! muak ! kemudian menyerah saja.
Tapi ada banyak rumah yang kutemui di sepanjang jalan.

Rumah-rumah yang menawarkan banyak kehangatan di dalamnya.
Terlalu menentramkan sampai aku ingin tinggal disana selamanya
Tapi sekali lagi aku harus berjalan lagi dan lagi
Lalu dalam perjalanan itu aku bertemu banyak wajah
Ada yang menatap penuh kagum, bangga, dan puja puji
Tapi tidak sedikit pula yang menatap penuh dengki, benci dan caci maki
Yaaa, namanya hidup. Tidak seru bukan kalo kita selalu diatas.
Barangkali kita malah merasa terlalu besar kepala.

Lantas ketika jatuh ingin mati saja karna tidak mampu hadapi dunia
Aku pernah tidak sanggup menatap dunia, lemah, tak berdaya.
Ingin mati saja.
Lalu ketika langit hampir kelam, muram durja.
Aku berpapasan dengan sekilas sosok wajah
Dia seperti bintang yang tertutup awan hitam
Tidak peduli aku bisa melihatnya atau tidak.

Aku bertahun-tahun mengenalnya
Tapi baru kali ini kurasakan cahaya terangnya
Aku menatapnya lekat-lekat,
Meski langit sedang kelam
Tapi ia tak kunjung lelah
Menjadi bintang terang

Lalu aku terdiam lama di tempat ini
Merasakan belaian angin yang menjadi dingin
Maka dalam hening malam
Ku titipkan pesan pada angin malam
Untuk sebuah nama dalam do’a
Agar ia tidak pernah lelah,
Menjadi pelita dalam malam kelam
Lantas sinari suramnya malam
Agar kurasa malam panjang yang tentram
Bukan malam-malam panjang dengan mimpi-mimpi mencekam
Malam-malam dengan helaan nafas tertahan
Bukan, bukan lagi.

Untuk sebuah nama dalam do’a
Aku bahkan tidak pernah lupa
Bagaimana cara mengeja nama
Merangkai kata-kata dalam jiwa
Agar do’a menuju tiba
Hadirat Tuhan Yang Kuasa
Kemudian kudoa’kan menjadi nyata
Seperti impian-impian kita.

Dalam setiap sujudku pada Yang Kuasa
Kutitipkan sebait kata di penghujung do’a
Betapa ku bersyukur memilikinya
Sungguh besar karunia-Mu Tuhan.
Lelaki ini, bolehkah aku memintanya pada-Mu Tuhan ?
Jadikanlah ia imam dalam rumah ku kelak
Seperti ia yang mengimami setiap sujudku padaMu

Atas niat baik ku, bolehkah aku meminta restu ?
Perkenankanlah kami bersatu atas ridho Mu
Akan kuakhiri perjalanan dalam kesendirian malamku
Pada sebuah rumah hangat yang menenangkanku
Disana akan kubesarkan bayi-bayi yang lucu dari rahimku
Anak-anak dari sosok nama dalam do’a yang tidak pernah lupa mengingatMu
Kabulkanlah ya Rabb..

“Tetaplah menjadi bintang di langit, agar cinta kita akan abadi, biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita..berduaa.”
=== 

Padang, 25 Juli 2013     
Reinadesunshine 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamu...



Minggu, 11 Mei 2013

Heiii,, kamu apa kabar ?
Baik-baik saja ?
Sedang sibuk dengan aktivitasnya ?
Mungkin kamu tidak pernah lagii ya memikirkan aku :’)
Semudah itukah bagi kamu rasa itu datang dan pergii ?

Aku masih menunggu kamu,
Kamu yang dari dulu meminta aku menunggu kamu kembali
Walaupun mulutku mengatakan menyerah
Tapii hatiku tidak.
Bagaimana mungkin aku menyerah pada sosok yang membuatku bahagia ?
Membuat hatiku bergetar hanya dengan mendengar namanya
Membuatku tersedak hanya dengan sekilas wajah yang melintas dalam ingatanku yang sibuk.
Bagaimana bisa ?
Aku tidak bisa.
Tapi,,
Mungkin kau bisa,

Kamu laki-laki baik, penuh tanggung jawab, penuh komitmen, dan kamu sedikit banyak memang keras kepala.
Tapi aku tidak pernah mempermasalahkan itu.
Aku juga tidak tahu pasti arah mana yg kau tuju
tapi aku menuruti langkah yang kau tinggalkan.
Tapi hari itu aku tersadar sekali lagi.
Siapakah diri ini ? pantaskah aku berdiri disampingmu dengan semua kekuranganku ?
Jujur saja aku rendah diri dihadapanmu.
Aku selalu berpikir bagaimana perempuan seperti aku bisa berdiri disampingmu ?
apalagi berdiri dibelakangmu ?
Aku yang bahkan membenahi diri sendiri juga masih belum mampu
Bagaimana bisa aku berdiri menghantarkanmu ke berbagai impianmu di ujung jalan sana ?
Mungkin bukan aku,
Benar bukan aku.

Aku hanya orang yang berjalan berpapasan dalam perjalananmu
Tapi akan ada perempuan hebat yang akan berdiri dibelakangmu,
menahanmu agar kuat menerima segala tiba.
Dan perempuan itu juga yang akan berjalan disampingmu,
Menggenggam tanganmu erat dan membuatmu yakin dunia takkan mengalahkanmu
Dan perempuan itu lah yang dari rahim nya akan lahir bayi-bayi lucu yang nantinya akan membawakan surga untukmu.
Dan itu bukan aku.
Karena aku belum merasa pantas untuk itu,
Aku merasa terlalu kotor untuk bersamamu
Seperti tahi burung yang dapat jatuh dikepalamu kapan saja. Dan membuatmu malu.
Berbahagialah, meski itu bukan dengan aku. Bahagia saja sudah cukup.
Untukmu, lelaki dengan tatapan dingin tapi kutahu hatimu hangat J

Reinadesunshine
Padang, 11 Mei 2013.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS