Sinopsis
Hujan,,-NASHA
Dia
wanita yang cerdas, punya kemampuan menyelesaikan sesuatu seorang diri―walaupun tidak semua hal
bisa dilakukannya seorang diri, keras kepala, tidak suka terlihat rapuh di
hadapan orang lain dan sangat ingin membuktikan semua hal bisa dia capai
sebagai suatu bentuk tanggung jawab. Dia menyukai hujan, suka sekalii, dia
selalu menikmati saat tetes hujan membasahi ujung kaki dari ujung payungnya,
menghirup udara yang basah saat hujan turun, menyentuh tetes-tetes air hujan di
dedaunan, atau sekedar berdiri menampung air hujan dalam telapak tangan dari
tepian atap. Saat-saat hujan turun selalu mendatangkan ketentraman dan memiliki
sisi magis tersendiri baginya.
Teduh,, Shady
Pria
ini tidak sengaja bertemu dengan Hujan, bagi dia Hujan adalah fenomena unik
yang dia temukan.Teduh menyukai banyak hal, dan secara tidak langsung mereka
menyukai hal yang sama. Hujan begitu menyukai Teduh, mereka selalu bersama
lantas suatu hari yang cerah Teduh memilih Matahari datang menghiasi langit
dunianya.
Matahari,,
CLAIRE
Wanita ini sebenarnya
wanita yang sangat baik, dia cantik, cerdas, tapi beberapa kondisi membuat dia
sangat bergantung dengan Teduh. Bagi dia teduh itu seperti semangat hidupnya,
karena setelah hujan berlalu, teduh menyeruak bersama cahayanya. Mereka seakan
tidak terpisahkan satu sama lain.
Pelangi,, ARCO
Pria
ini sangat tertutup, bahkan dia mencintai hujan dalam diam. Tidak ada banyak
kata terucap, dia hanya menunggu, seolah saat hujan tahu Pelangi menunggunya
hujan akan datang menemuinya. Seperti langit sore itu, dalam kata-kata yang
terbata ia mengungkapkan cinta yang dia simpan dalam diam pada Hujan. Hanya
dengan sebuah kalimat singkat bahwa tidak akan ada pelangi tanpa hujan.
==
Kisah
ini menceritakan persahabatan, ikatan cinta, pilihan-pilihan yang menyesakkan,
malam-malam panjang dengan helaan nafas tertahan, pagi yang hangat, senja yang
tak terlupakan, dan kenyataan-kenyataan saat Hujan dan Teduh yang ditakdirkan
bertemu tapi tidak bersama dalam perjalanan, kenyataan tentang Matahari yang
selalu berjalan bersisian dengan Teduh, dan tentang Pelangi yang selalu
menunggu di belakang Hujan.





