RSS

Sebuah Nama dalam Do’a,,



Aku sudah melewati banyak jalan
Jalan datar, berliku, menanjak, menurun, berlumpur, berlubang, dan berduri
Aku menikmati banyak perjalanan
Entah jalan itu menyuguhkan kebahagiaan
Atau malah menoreh luka
Aku tetap menguatkan langkah untuk bertahan
Bohong sekali rasanya kalau aku tidak pernah merasa lelah !
Sering kali malah, merasa jengah ! bosan ! muak ! kemudian menyerah saja.
Tapi ada banyak rumah yang kutemui di sepanjang jalan.

Rumah-rumah yang menawarkan banyak kehangatan di dalamnya.
Terlalu menentramkan sampai aku ingin tinggal disana selamanya
Tapi sekali lagi aku harus berjalan lagi dan lagi
Lalu dalam perjalanan itu aku bertemu banyak wajah
Ada yang menatap penuh kagum, bangga, dan puja puji
Tapi tidak sedikit pula yang menatap penuh dengki, benci dan caci maki
Yaaa, namanya hidup. Tidak seru bukan kalo kita selalu diatas.
Barangkali kita malah merasa terlalu besar kepala.

Lantas ketika jatuh ingin mati saja karna tidak mampu hadapi dunia
Aku pernah tidak sanggup menatap dunia, lemah, tak berdaya.
Ingin mati saja.
Lalu ketika langit hampir kelam, muram durja.
Aku berpapasan dengan sekilas sosok wajah
Dia seperti bintang yang tertutup awan hitam
Tidak peduli aku bisa melihatnya atau tidak.

Aku bertahun-tahun mengenalnya
Tapi baru kali ini kurasakan cahaya terangnya
Aku menatapnya lekat-lekat,
Meski langit sedang kelam
Tapi ia tak kunjung lelah
Menjadi bintang terang

Lalu aku terdiam lama di tempat ini
Merasakan belaian angin yang menjadi dingin
Maka dalam hening malam
Ku titipkan pesan pada angin malam
Untuk sebuah nama dalam do’a
Agar ia tidak pernah lelah,
Menjadi pelita dalam malam kelam
Lantas sinari suramnya malam
Agar kurasa malam panjang yang tentram
Bukan malam-malam panjang dengan mimpi-mimpi mencekam
Malam-malam dengan helaan nafas tertahan
Bukan, bukan lagi.

Untuk sebuah nama dalam do’a
Aku bahkan tidak pernah lupa
Bagaimana cara mengeja nama
Merangkai kata-kata dalam jiwa
Agar do’a menuju tiba
Hadirat Tuhan Yang Kuasa
Kemudian kudoa’kan menjadi nyata
Seperti impian-impian kita.

Dalam setiap sujudku pada Yang Kuasa
Kutitipkan sebait kata di penghujung do’a
Betapa ku bersyukur memilikinya
Sungguh besar karunia-Mu Tuhan.
Lelaki ini, bolehkah aku memintanya pada-Mu Tuhan ?
Jadikanlah ia imam dalam rumah ku kelak
Seperti ia yang mengimami setiap sujudku padaMu

Atas niat baik ku, bolehkah aku meminta restu ?
Perkenankanlah kami bersatu atas ridho Mu
Akan kuakhiri perjalanan dalam kesendirian malamku
Pada sebuah rumah hangat yang menenangkanku
Disana akan kubesarkan bayi-bayi yang lucu dari rahimku
Anak-anak dari sosok nama dalam do’a yang tidak pernah lupa mengingatMu
Kabulkanlah ya Rabb..

“Tetaplah menjadi bintang di langit, agar cinta kita akan abadi, biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita..berduaa.”
=== 

Padang, 25 Juli 2013     
Reinadesunshine 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: