Aku
sudah melewati banyak jalan
Jalan
datar, berliku, menanjak, menurun, berlumpur, berlubang, dan berduri
Aku
menikmati banyak perjalanan
Entah
jalan itu menyuguhkan kebahagiaan
Atau
malah menoreh luka
Aku
tetap menguatkan langkah untuk bertahan
Bohong
sekali rasanya kalau aku tidak pernah merasa lelah !
Sering
kali malah, merasa jengah ! bosan ! muak ! kemudian menyerah saja.
Tapi
ada banyak rumah yang kutemui di sepanjang jalan.
Rumah-rumah
yang menawarkan banyak kehangatan di dalamnya.
Terlalu
menentramkan sampai aku ingin tinggal disana selamanya
Tapi
sekali lagi aku harus berjalan lagi dan lagi
Lalu
dalam perjalanan itu aku bertemu banyak wajah
Ada
yang menatap penuh kagum, bangga, dan puja puji
Tapi
tidak sedikit pula yang menatap penuh dengki, benci dan caci maki
Yaaa,
namanya hidup. Tidak seru bukan kalo kita selalu diatas.
Barangkali
kita malah merasa terlalu besar kepala.
Lantas
ketika jatuh ingin mati saja karna tidak mampu hadapi dunia
Aku
pernah tidak sanggup menatap dunia, lemah, tak berdaya.
Ingin
mati saja.
Lalu
ketika langit hampir kelam, muram durja.
Aku
berpapasan dengan sekilas sosok wajah
Dia
seperti bintang yang tertutup awan hitam
Tidak
peduli aku bisa melihatnya atau tidak.
Aku
bertahun-tahun mengenalnya
Tapi
baru kali ini kurasakan cahaya terangnya
Aku
menatapnya lekat-lekat,
Meski
langit sedang kelam
Tapi
ia tak kunjung lelah
Menjadi
bintang terang
Lalu
aku terdiam lama di tempat ini
Merasakan
belaian angin yang menjadi dingin
Maka
dalam hening malam
Ku
titipkan pesan pada angin malam
Untuk
sebuah nama dalam do’a
Agar
ia tidak pernah lelah,
Menjadi
pelita dalam malam kelam
Lantas
sinari suramnya malam
Agar
kurasa malam panjang yang tentram
Bukan
malam-malam panjang dengan mimpi-mimpi mencekam
Malam-malam
dengan helaan nafas tertahan
Bukan,
bukan lagi.
Untuk
sebuah nama dalam do’a
Aku
bahkan tidak pernah lupa
Bagaimana
cara mengeja nama
Merangkai
kata-kata dalam jiwa
Agar
do’a menuju tiba
Hadirat
Tuhan Yang Kuasa
Kemudian
kudoa’kan menjadi nyata
Seperti
impian-impian kita.
Dalam
setiap sujudku pada Yang Kuasa
Kutitipkan
sebait kata di penghujung do’a
Betapa
ku bersyukur memilikinya
Sungguh
besar karunia-Mu Tuhan.
Lelaki
ini, bolehkah aku memintanya pada-Mu Tuhan ?
Jadikanlah
ia imam dalam rumah ku kelak
Seperti
ia yang mengimami setiap sujudku padaMu
Atas
niat baik ku, bolehkah aku meminta restu ?
Perkenankanlah
kami bersatu atas ridho Mu
Akan
kuakhiri perjalanan dalam kesendirian malamku
Pada
sebuah rumah hangat yang menenangkanku
Disana
akan kubesarkan bayi-bayi yang lucu dari rahimku
Anak-anak
dari sosok nama dalam do’a yang tidak pernah lupa mengingatMu
Kabulkanlah
ya Rabb..
“Tetaplah
menjadi bintang di langit, agar cinta kita akan abadi, biarlah sinarmu tetap
menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita..berduaa.”
===
Padang, 25 Juli 2013
Reinadesunshine






0 komentar:
Post a Comment